Mentri BUMN resmikan smelter grade alumina refinery di Mempawah

Mempawah (Suara Kalbar) – Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat dilakukan.
Mentri BUMN, Rini Soemarsono meresmikan pencanangan pabrik yang ditargetkan berproduksi pada 2020 itu. Pabrik pengolahan biji bauksit ini menjadi alumina yang akan memiliki kapasitas produksi hingga 1 Juta ton.
“Komitmen Presiden RI kita punya bauksit
tetapi kita ekspor sehingga beliau meminta saya sebagai Mentri BUMN agar bagaimana caranya memiliki bauksit namun juga bermanfaat bagi masyarakat Mempawah selain karena tambang bauksit harus dibangun dan harus dimulai dari sekarang,” ungkap Rini disel-sela pencanangan, di Mempawah, Kamis (4/4/2019).
Iapun mengclaim jika dengan adanya pabrik alumina ini maka negara akan menghemat devisa mencapai 220 US Dolar setiap tahunnya.
“Bahwa substitusi kebutuhan aluminium dalam negeri mencapai 550 ribu ton pertahunnya,” tuturnya
Menurutnya pencanangan pabrik ini selain karena arahan Presiden RI, Joko Widodo, juga karena dukungan para kepala daerah yang ada di Kalbar.
“Dengan adanya pabrik ini maka harus bermanfaat terutama bagi masyarakat Mempawah. Jika di Mempawah bisa membuat alumina dan bisa memproduksi sendiri maka kedepan tidak perlu orang lain lagi,” tuturnya.
Manfaat, diakui Rini banyak sekali yang akan dirasakan selama pembangunan seperti masyarakat akan mendapat pekerjaan. Kesempatan meningkatkan pendidikan disini sehingga mempersiapkan SDM dari masyarakat agar dapat bekerja di perusahaan ini.
“Bagaimana kita bisa memberikan kesejahteraan dan kemakmuran dimana kami beroperasi dan seluruh masyarakat diharapkan dukungan tekanan dari Presiden BUMN adalah milik rakyat Dan bisa menurunkan ke anak cucu,” jelasnya.
Rini juga menegaskan akan terus memberikan dukungan kepada Joko Widodo dan doa restu meminta doa seluruh masyarakat Indonesia agar selalu diberi kesehatan dan diberi kesempatan memimpin Indonesia lebih lama lagi.
Mentri BUMN Rini Soemarsono akan membuat inalum, Antam dan Chinalco dalam membentuk perusahaan patungan mendukung terealisasinya proyek tersebut termasuk meningkatkan kemampuan SDM Indonesia.
Chinalco, diakui Rini juga bersedia memberikan akses pasar International untuk 550.000 ton alumina pertahun hasil produksi dari pabrik yang diwacanakan berproduksi pada 2020 itu.
Smelter alumina salah satu sejumlah proyek strategis yang digarap holding BUMN sebagai percepatan hilirisasi tambang.
Bahwa saat ini cadangan bauksi Indonesia terbesar ke-8 dunia dengan peringkat kedua dunia terbesar.
Pembangunan proyek smelter grade alumina diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia.
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan akhirnya pertambangan ini berdiri semenjak menjadi Bupati karena doa seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan pencanangan lancar dan Mempawah bisa lebih maju dari yang sebelumnya,” tuturnya.
Proyek yang masuk di Mempawah, diakui mantan Bupati Mempawah ini menjadi komitmen Presiden RI dengan insfrastruktur yang sangat baik dibangun di Kabupaten Mempawah.
“Pembangunan pertama di Pelabuhan Internasional dan pabrik alumina ini sejak 9tahun lalu saya menjabat jadi Bupati Mempawah sehingga menjadi hal yang harus diprioritaskan,” paparnya..
Iapun mengakui terkait regulasi kepada Bupati serta pihak Antam dan Inalum untuk menuntaskan agar masyarakat diprioritaskan bekerja diperusahaan.
Direktur PT Inalum, Budi G Sadikin menjelaskan jika perusahaannya terus meningkatkan kapabilitas SDM dan sesuai pesan Mentri BUMN agar menjadi manfaat kepelosok membangun bisnis.
“Termasuk bangunan yang bermanfaat bagi sekitar dan membangun peradaban baru,” jelasnya.
Direktur PT ANTAM, Arie Prabowo Aritedjo mengakui jika cadangan bauksit akan menstimulasi bagi masyarakat dengan cadangan yang signifikan.
“Selain merevitalisasi nilai cadangan ANTAM sebagai wujud birokrasi perusahaan,” jelasnya.
Pencanangan dihadiri Ketua DPD RI, Oesman Sapta Oedang, Bupati Mempawah, Erlina Norsan Dan anggota DPR RI dari Komisi VII Maman Abdurrahman serta stakeholder terkait.
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : Kundori




