|

Wakapolda Kalbar minta personel tanggap cepat bergerak

Pontianak (Suara Kalbar) - Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH pada Upacara Penutupan Pelatihan Fungsi Teknis Personel Polri Jajaran Polda Kalbar menegaskan, Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus tanggap cepat bergerak. Caranya adalah dengan melihat langsung perkembangan paradigma permasalahan di masyarakat dan untuk mendukung keberhasilan tugas tersebut perlu ditunjang peningkatan kemampuan yang sesuai bidang atau fungsi melalui pelatihan di SPN Pontianak.

“SPN Pontianak sudah merancang 41 jenis pelatihan yang dibagi menjadi VII tahap dari bulan Januari sampai dengan bulan Juli nanti, dengan total 1.200 peserta pelatihan, terdiri atas perwira, bintara dan ASN/PNS Polri,” katanya.

Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Kalimantan Barat Brigadir Jenderal Polisi Dra Sri Handayani MH menjelaskan,  jenis pelatihan tahap IV yang telah dilaksanakan sejak 25 Maret  hingga hari ini meliputi berbagai pelatihan. Di antaranya, Ba Penggunaan Kekuatan; Ba Penanganan konflik sosial; Ba pengemudi VIP/VVIP; Ba beladiri Polri; dan pelatihan Ba/PNS Gol II renja satker cyber troop.

“Dengan jumlah peserta masing masing 25 personel kecuali beladiri polri berjumlah 50 personel,” ujarnya.

Mengingat waktunya relatif singkat selama enam hari, sehingga para peserta pelatihan tidak banyak waktu untuk belajar lebih mendalam akan bahan ajar yang diberikan.

“ Namun saya yakin para peserta pelatihan mempunyai tekad dan kemauan yang kuat untuk sungguh-sungguh mengembangkan pengetahuan yang diperoleh pada saat kembali ke wilayah kerja masing-masing,” ucapnya.

Ia mengingatkan, bahwa  tahun 2019  ini adalah tahun politik.  Di mana kita akan menghadapi hajat besar yaitu pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019.

“Oleh karena itu harapan pimpinan polri, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan yang saudara terima selama pelatihan. Selanjutnya diterapkan di tempat tugas masing-masing, sehingga dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari baik secara individu maupun kelompok,” katanya.

Wakapolda berharap,  jadikanlah pengetahuan yang baru didapat dalam pelatihan ini.

“Sebagai suatu kebanggaan. Sebagai ujung tombak di bidang pelayanan maupun penegakkan hukum, karena tugas polri ini saudara yang ikut menentukan tingkat kualitas pelayanan sehingga komitmen integritas sebagai anggota polri dapat direalisasikan secara konsisten,” tuturnya.

Ia berharap kepada para peserta untuk dapat memahami seluruh materi yang telah diajarkan. Lalu kemudian dipraktikan sebagai bagian dari tugas polri ke depan. sehingga diharapkan peserta dapat memberikan pelayanan secara tepat kepada masyarakat.

“Selain itu, seluruh peserta pelatihan yang akan kembali ke tempat tugas masing-masing, agar terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang saudara peroleh dari pelatihan ini, dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dan melaksanakan proporsional, profesional, mempedomani ketentuan yang berlaku hingga tuntas, serta segera melakukan perubahan-perubahan sekecil apapun kearah yang lebih baik dengan tetap berpedoman pada norma-norma yang berlaku,” kata Wakapolda.

Penulis: Humas Polda
Editor: Admin
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini