|

Saat kampanye terbuka Jokowi tepis semua isu yang menyesatkan

Pontianak (Suara Kalbar) - Menjelang Pemilu 17 April mendatang,  isu hoax,  kabar fitnah dan ujaran kebencian banyak sekali dilakukan terkait dengan pemberitaan yang dikaitkan oleh pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Nomor urut 01, Joko Widodo dan Kyai Ma'ruf Amin.

Dibuka dengan doa yang dipimpin oleh Calon Presiden Nomor urut 01, Joko Widodo, ribuan massa memenuhi halaman Qubu Resort Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat dalam Kampanye Terbuka dan rapat umum dilaksanakan oleh tim kemenangan daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Jokowi mengatakan jika pemberitaan hoax, fitnah dan hal negatif lainnya sudah terlalu banyak digulirkan
"Karena itu harus berani melawan, saya contohkan fitnah perkawinan sejenis dilegalkan apabila saya kembali menjadi Presiden RI selanjutnya dan isu ini harus diluruskan," tegasnya.

Contoh hoax lainnya, dijelaskan mantan Walikota Solo ini jika menang, Pilpres nanti,  adzan akan dilarang dan masih banyak fitnah lainnya diutarakan terutama di media sosial.
"Banyak kabar bohong yang harus dijelaskan dan hal itu merupakan cara berpolitik yang tidak beretika dan tidak bertata krama yang baik," tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Kalbar merupakan miniatur Indonesia dimana segala macam suku ada.
"Namun yang saya ingatkan harus terus menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai karena urusan Gubernur Bupati dan Presiden seperti tidak menjadi saudara lagi.
Antar tetangga ndak saling sapa karena pemilu, dan yang harus dinomorsatukan adalah persaudaraan kerukunan dan hidup berdampingan karena Indonesia negara besar dengan penduduk mencapai 260juta dari 17ribu pulau dengan 34 Provinsi," paparnya.

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor.   : Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini