|

Polsek Sungai Pinyuh tangkap pembakar lahan gambut

RS saat ditangkap polisi
Sungai Pinyuh (Suara Kalbar)-
Jajaran Polres Mempawah melalui Polsek Sungai Pinyuh, meringkus seorang warga Desa Galang yang diduga sebagai pelaku pembakaran lahan gambut, yang dijadikan kebun nanas oleh warga,kebun nanas yang terbakar terletak di Jalan Tengah TPA Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh,Kabupaten  Mempawah.

Pelaku berinisial RS bekerja sebagai Buruh Harian Lepas,RS merupakan warga Rt 08/08 Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kejadian bermula saat RS berniat,ingin membuka lahan perkebunan miliknya untuk ditanami nanas.

Ia pun membuka lahan perkebunan miliknya dengan cara dibakar, namun dikarenakan tiupan angin yang begitu kencang ditambah kondisi cuaca panas yang sudah memasuki musim kemarau, sehingga daun daun yang kering menjadi sangat mudah terbakar, api yang semakin membesar akhirnya menjalar ke lahan warga lainya.

Melihat api yang semakin membesar wargapun mencoba untuk melakukan pemadaman, akan tetapi upaya yang dilakukan sia sia.

Melihat kejadian yang semakin parah dan dikhawatirkan akan meluas, wargapun melaporkan peristiwa kebakaran lahan perkebunan milik warga kepolsek sungai pinyuh untuk meminta bantuan.

Dari peristiwa kebakaran tersebut pihak kepolisian melakukan penyelidikan, setelah melakukan pemeriksaan kepada saksi saksi akhirnya pelaku pembakaran diketahui bernama RS, saat diperiksa RS dihadapan pihak kepolisian mengakui apa yang telah dilakukanya.

RS ditangkap,pada Kamis (21/3/2019) lalu sekira jam 15.00 Wib, di kediamanya di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh.

Kasat Reskrim Polres Mempawah AKP Sutrisno membenarkan bahwa RS diamankan lantaran dikarenakan membakar lahan perkebunan, sehingga api menjalar ke lahan tetangga.

"Bahwa benar pada hari Kamis tanggal (21/3/2019) saudara RS membakar lahan yang akan ditanami nanas. Karena angin kencang api menjalar ke lahan milik saudara SM yang luasnya sekitar 1 Ha yang ada tanaman nanas," ungkap AKP Sutrisno, Rabu (27/3/2019).

Dijelaskan Sutrisno, atas kejadian tersebut tanaman nanas milik saudara SM langsung mati karena terpanggang api.

"Dan atas kejadian tersebut saudara SM mengalami kerugian sekitar Rp. 50.000.000," jelasnya.

Selanjutnya, anggota Sat Reskrim Polres Mempawah langsung melakukan penangkapan terhadap saudara RS.

"RS ditangkap tanpa perlawanan, dan kemudian dibawa ke Polres Mempawah, guna proses penyidikan lebih lanjut," papar Kasat Reskrim.

Atas kejadian ini, AKP Sutrisno menghimbau kepada warga yang akan melakukan aktifitas membuka lahan untuk berkebun, sebaiknya jangan melakukan pembakaran, jika sudah terjadi kebakaran maka api akan sulit dipadamkan,akibatnya sangat menyusahkan orang banyak dan mahluk hidup lainya,"paparnya.

"Karena itu dirinya menegaskan bagi para pelaku pembakaran, akan dikenakan pasal, 108 junto 69 dan atau pasal 99 UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

"Atau pasal 107 jo pasal 56 UU No. 39 Tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 187 KUHP," pungkasnya.

Penulis : Hamzah
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini