|

Menkes Dukung program sinkronisasi dana desa Gubernur Kalbar




Pontianak (Suara Kalbar)  - Kondisi desa di Kalimantan Barat yang memiliki 2.031 desa saat ini hanya memiliki satu desa mandiri yaitu di Kabupaten Kayong Utara dengan 1600 desa tertinggal menjadi salah satu factor masih banyaknya hal yang harus diselesaikan oleh pemerintah setempat.

Program dana desa yang disinkronkan dengan program kesehatan ini disampaikan Gubernur Kalimantan Barat,  Sutarmidji saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah dengan  Penguatan Peran dan Komitmen Pemprov Kalbar dalam pelayanan Kesehatan Tahun 2019 yang dihadiri oleh Mentri Kesehatan Nila Juwita Moloek di Hotel Kapuas Palace Pontianak, 28 Maret 2019.

Sutarmidji mengakui jika dengan digulirkannya dana desa sebesar 1,5 Miliar masih banyak Kepala daerah yang beranggapan jika dengan dana desa tersebut dapat menyelesaikan segala permasalahan desa yang belum selesai,  maka diperlukan 50 tahun menyelesaikan dana desa dengan masalah lain yang belum selesai.

"Sehingga saya buat kebijakan dari dana desa yang ada cukup menyelesaikan 22 indikator menuju desa mandiri  dan kabupaten menyelesaikan 15 indikator sehingga seluruh indikator tercapai menuju masyarakat yang berkualitas dibidang kesehatan dan pendidikan," ungkap Bang Midji.

Untuk itu, program dana desa di Kalbar harus menjadi salah satu prioritas dalam program desa mandiri sehingga terjadi keterikatan dengan seluruh stakeholder diseluruh desa yang ada.
"Dan khusus di Kalbar setahun ini akan terbangun 60 desa mandiri dan selama kepemimpinan saya maka 400 desa mandiri setidaknya akan terwujud," tegasnya.

Gubernur yang baru enam bulan menjadi orang nomor satu di Kalbar itupun mengatakan telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk TNI-Polri.
"Saya sudah MoU dengan Kapolda dan Pangdam dengan komitmen yang sama

Iapun berharap bidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas di Kalbar sehingga perlu adanya keserasian karena akan ada tunas bangsa yang dipertaruhkan dengan kepemimpinan masa depan melalui SDM yang baik.

Menanggapi hal itu, Mentri Kesehatan RI Nila Juwita Moloek mengaku sangat setuju dan mengamini program yang disampaikan oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan sangat setuju akan hal itu.
"Bahwa yang disampaikan Gubernur Kalbar sangat mendukung khususnya dibidang kesehatan, dimulai dari desa. Dan hal ini menjadi salah satu program yang sangat baik sehingga ada kerjasama membangun negeri yang bersinergi dengan Kementrian Kesehatan melalui program dana desa," kata Menkes.

Wanita berkacamata inipun menjelaskan bahwa konsep ini sangat baik dengan harapan meski ada indikator yang harus dilalui dan ada positif negatifnya termasuk mengapa desa mandiri bisa berhasil sehingga Kementrian Kesehatanpun melalui pendekatan keluarga selalu dievaluasi terkait beberapa program yang telah dijalankan.
"Kita harus pro aktif dengan prinsip yang sama dan melalui pendekatan keluarga maka dapat mengetahui permasalahan sehingga mendatangi aktif dari desa. Dan dana desa itu jika dijalankan dengan baik maka akan berhasil dengan maksimal, dan saya sangat mendukung itu," tuturnya.

Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor . : Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini