|

Himbau Warga Kecamatan Kapuas taat bayar PBB

Sanggau (Suara Kalbar) - Berbicara terkait permasalahan dan solusi kemajuan Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat diakui tokoh pemuda Sanggau, Rizky Zulfianto salah satu problem yang dihadapi terkait rendahnya penerimaan Pajak di kecamatan kapuas di bandingkan dengan kecamatan lain.

Ketua DPC PAN Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau ini mengatakan meski menyandang predikat Ibu Kota Kabupaten, ternyata dalam penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016, Persentase Pembayar PBB Kecamatan Kapuas hanya berada di Peringkat ke 6 dengan 56,02% di bawah Noyan 68%, Beduai 65%, Tayan Hilir 65%, Meliau 61% dan Mukok 61%.

"Sebagai Ibu Kota, penerimaan pajak daerah dapat ditarik dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, dan lain-lain, inipun, menurut data dari kantor Camat Kapuas Tahun 2016, hanya terealisasi 52% atau Rp. 492.705.575 dari target Rp. 944.623.54," ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (3ⁿ/3/2019).

Rizky kemudian membandingkan penerimaan pajak Kabupaten Sintang sebagai sesama kabupaten lama yang juga telah melakukan pemekaran daerah.
"Kita ambil contoh pajak restoran, dimana penerimaan pajak restoran Kabupaten Sintang pada tahun 2016 sebesar Rp. 3.136.386.971 (Sintang Dalam Angka 2017). Sedangkan Kabupaten Sanggau hanya Rp. 1.813,668,347. Pun sama halnya dengan pajak Hotel, Hiburan, dan lain-lain. Terlihat jomplang," ujar Rizky.

Menurutnya solusi dari kondisi ini adalah, selain tetap menghimbau masyarakat untuk taat membayar pajak, dapat pula membuat faktor penarik agar orang bersedia mengunjungi termasuk untuk akan, menginap, dan berbisnis di Kota sanggau.
"Sehingga perputaran ekonomi sanggau khususnya Kecamatan Kapuas bisa meningkat," tegasnya.

Salah satu solusi dari masalah ini, diakui Rizky adalah mendorong pemerintah daerah membranding Kabupaten Sanggau sebagai tujuan wisata Olahraga dan seni atau Sport and Art city

"Branding penting dilakukan sebagai faktor pembeda dengan kota-kota lain di Kalbar. Jika kita masuk ke segmen kota jasa dan perdagangan, kita tidak akan sanggup bersaing dengan Kota Pontianak dan Singkawang, kalau Wisata Alam, Sanggau tidak sebanyak Singkawang dan Bengkayang, Kota Pendidikan kita kalah dengan Sintang dan Pontianak. Yang memungkinkan adalah Kota Olahraga dan Seni karena belum ada kabupaten lain yang serius menggarap ini," paparnya.

Dengan segmen ini, Pemda didorong untuk membangun dan melengkapi sarana dan prasarana olahraga standar internasional di kota sanggau dan dikelola oleh BUMD serta mengagendakan even-even olahraga dan Festival seni budaya tingkat nasional dan internasional.
"Hal ini tentu berefek pada tingkat hunian hotel dan penginapan, restoran dan reklame, Iklan dan para sponsor," pungkas Rizky.

Penulis  : Dina Wardoyo
Editor    : Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini