|

Benih Arwana senilai Rp 1 miliar diselamatkan petugas di Entikong

Benih ikan arwana
Entikong (Suarakalbar)- Bea Cukai Entikong mengagalkan pengiriman 295 ekor benih ikan arwana yang akan diselundupkan ke Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Pengungkapan pengiriman ratusan benih arwana senilai hampir Rp 1 Miliar tersebut dilakukan, Jumat (22/3/2019).

"Penyelundupan benih arwana menjadi atensi kami sejak upaya penyelundupan arwana Januari kemarin, makanya pengawasan lebih ketat. Kemarin itu kronologinya melintas bus antar negara, kita periksa dibagian kompartemen ada tiga tas berisi benih ikan arwana," ujar Kepala Bea Cukai Entikong, Dwi Jogyastara saat menghadiri press release tangkapan benih arwana di kantor BKIPM Entikong, Senin (25/3/2019).

Dikatakan, kompartemen tersebut tersembunyi dibagasi khusus yang terletak di bagian bawah bus yang dirapatkan dengan mur. Untuk membuka kompartemen itu, petugas harus mencongkel sisi kompartemen dengan besi.

Ia menyampaikan, pada waktu diperiksa supir cadangan bus pengangkut ratusan benih arwana pingsan. Petugas lantas membawa supir utama bus ini ke Puskesmas Entikong, namun baru satu jam ditangani, supir berinisial B tersebut dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung. Sedangkan supir cadangan berinisial Z sementara ini dipulangkan.

"Kita belum ambil keterangan supir Z, karena kemarin itu kami mengurus bapak B yang meninggal dunia ini dulu. Tapi kita segera jadwalkan pemeriksaan terhadap Z dan juga PO bus-nya," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Entikong Mas Wigrantoro Giri Pratikno mengatakan arwana asli pulau Kalimantan itu segera dilepasliarkan ke habitat aslinya.

Giri mengungkapkan modus yang digunakan pemilik yaitu dengan dititipkan ke bus lintas negara. Ikan tersebut dikemas didalam plastik berisi air, kemudian dimasukkan kedalam tas kain berwarna hitam lalu disimpan di kompartemen di bagasi bawah.

"Benih ikan ini tanpa dokumen, baik dokumen BKIPM ataupun BKSDA. Secara aturan karena tidak ada dokumen, pengiriman benih arwana ini melanggar Undang-Undang 16 Tahun 1992 tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan," bebernya.

"Penggagalan penyelundupan arwana ini adalah kolaborasi dan kerjasama yang solid antar petugas di perbatasan. Dan semakin kedepan kita tentu harus lebih waspada, jam-jam tertentu pengawasan diperkuat, petugas mesti selalu siaga," tandas Giri Pratikno.

Penulis: Agus Alfian
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini