|

Aktivitas pemasukan produk Malaysia jalur bea cukai Segumon tinggi

Peresmian bea cukai Dusun Segumon
Sekayam (Suara Kalbar)- Bea cukai Entikong meresmikan pos pengawas bea cukai Entikong di Segumon desa lubuk sabuk kecamatan Sekayam kabupaten Sanggau.

"pos ini diaktifkan kembali mengingat tingginya aktivitas pemasukan produk Malaysia,ada tiga petugas bea cukai yang setiap hari bertugas di pos bea cukai di segumun," kata Azhar Rasyidi,Kakanwil bea cukai Kalbar bagian barat (Kalbagbar),Rabu (27/3/2019).

Menurutnya,pesatnya perkembangan diperbatasan tentu ada efek negatif nya.dengan adanya jalan infeksi perbatasan dan jalan paralel jelas mempermudah masyarakat untuk menjalani aktivitasnya.Namun jalur itu bisa saja digunakan untuk membawa barang terlarang salah satunya narkoba.

"Kita harus membangun sinergitas yang baik diperbatasan untuk bersama-sama menjaga wilayah perbatasan.karena tidak bisa hanya di bebankan kepada bea cukai sendiri untuk mengawasinya,"ungkap Azhar.

Dia juga mengatakan, jalur seperti segumun ini yang berbatasan langsung dengan Malaysia jelas sangat rawan digunakan untuk membawa barang ilegal. Karena itu pengawasan dan pengamanan di segumun diperkuat dengan meningkatkan sinergi dengan TNI khususnya pasukan pengaman perbatasan dan polri serta imigrasi yang ada di Segumon.

Kepala bea cukai Rntikong, Jogyastara mengatakan.Pos bea cukai yang ada di segumun sudah ada sejak lama namun baru di fungsikan secara maksimal di tahun 2019.

Segumun adalah salah satu pintu perbatasan  tradisional dan sudah ada sejak masa konfrontasi.Serta masih digunakan oleh warga untuk keluar masuk ke desa Mongkos (Malaysia).jarak tempuh kurang lebih 30 menit dari dusun segumun ke Mongkos (Malaysia) bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda dua.

"Disegumun sudah ada pos imigrasi,pos pamtas,pos Polri dan bea cukai.Untuk itu pengawasan semakin di tingkatkan seiring dengan tingginya aktivitas pemasukan produk asal Malaysia,dan yang paling rawan adalah penyelundupan narkoba," ungkap Jogyastara.

Dia berharap dengan adanya pos bea dan cukai di segumun bisa mencegah masuknya produk-produk ilegal dari negeri jiran.pengawasan jelas bersama instansi terkait khusus nya Imigrasi, Custom dan Quarantine (ICQ).

Camat Entikong Suparman menegaskan bahwa barang ilegal tentu dilarang masuk ke Kalbar terutama ke daerah perbatasan.

"Barang terlarang itu jelas bahaya salah satunya yang kita harus perangi adalah narkoba,selain itu  masyarakat juga mesti turut serta dalam menjaga perbatasan," tegas Suparman.

Dia mengharapkan kepada instansi terkait untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat diperbatasan. Kasih kemudahan warga untuk belanja ke luar negeri,selain itu warga juga diminta untuk menaati aturan yang ditetapkan oleh instansi terkait yakni dengan kartu identitas lintas batas (KILB).

"Jangan main seludupkan saja karena itu tidak dibenarkan oleh negara," pungkasnya.

Penulis: Agus Alfian
Editor: Kundori
Bagikan:
Komentar Anda

Berita Terkini