Relawan pecinta alam berikan donasi ke posko utama banjir Landak

Mempawah(Suara Kalbar)-Relawan dari Mahasiswa pecinta alam(mapala) Mata UMP, Mapala BSI pontianak, Aliansi peduli lingkungan kalbar dan Komunitas pecinta Alam (KPA) dari pontianak langsung terjun kelokasi posko utama BNPB Kabupaten Landak, belum lama ini.
Sebagian dari pecinta alam yang turut ikut terjun ke lokasi, dengan relawan kurang lebih 30 orang relawan yang ikut serta seperti yang diucapkan ketua Badan SAR Mapala Mata UMP saat penggalangan dana beberapa hari yang lalu dengan menggunakan bis Universitas Muhammadiyah pontianak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak Banda Kolaga mengatakan para relawan membuka posko utama dari 15 Februari dengan 3 kecamatan di Kabupaten Landak.
“Posko utama BNPB Landak membuka donasi dari tanggal 15 Februari hingga Sabtu 23 Februari lalu, dari terjadinya banjir dilandak yaitu di Kecamatan Air Besar, Kecamatan Kualabehe dan terakhir di Kecamatan Ngabang, banyak sekali logistik yang masuk dari kepemudaan aliansi-aliansi dan organisasi,” ungkapnya.
Namun sebelumnya diakuinya yang memberikan donasi diposko utama, dari perorangan, lembaga-lembaga, perusahaan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Donasi yang baru masuk akan disumbangkan ke Desa Sebangki, Banda Kolaga menerangkan desa tersebut sumber terakhirnya air masuk, kemudian logistik yang belum dibagikan di Desa Nahaya karena datanya belum ada masuk ke relawan posko utama Landak.
“Untuk donasi yang baru masuk ini akan langsung kita sumbangkan ke desa yang datanya baru masuk, makanya saya katakan kemarin pada camat, kepala desa jangan sampai data itu terlambat masuk dan pada ahirnya kita juga terlambat membrikan donasi tersebut, dan kita memberikan logistik juga harus dengan data yang lengkap dari desa tersebut” jelasnya.
Banda kolaga juga menegaskan bahwa semua harus memiliki data yang lengkap terkait banjir.
“Segera desa mana lagi yang belum terdata jangan sampai ada lagi barang yang menumpuk di posko,” pungkasnya.
Penulis : Didin
Editor. : Dina Wardoyo





