Alumni penghuni gubuk tak layak huni akui cari sayur di hutan untuk makan sehari-hari

Bengkayang(Suara Kalbar)-Sempat viral di media sosial dan pemberitaan di media, gubuk reot yang didiami 24 pelajar Dusun Sempayuk Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang akhirnya dikunjungi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji.
Bang Midji, sapaan akrabnya yang baru dilantik 4 bulan lalu sebagai orang nomor satu di Kalbar ini datang usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sambas Dan tiba di Kecamatan Lumar sekitar pukul 15.00 Wib dan langsung menuju gubuk yang disebut sebagai asrama oleh para pelajar itu.
Setiba di kawasan asrama, Gubernur Kalbar langsung meninjau gubuk, masuk kedalam, melihat kondisi bangunan yang sama sekali tak layak huni itu.
Usai melihat dan mengajak beberapa pelajar ngobrol didepan asrama, iapun memberikan sambutan dengan tak kuasa menahan haru.
“Saya sangat prihatin dan mengapresiasi anak-anak ini demi ingin sekolah mereka masih semangat meski hidup dikawasan tak layak huni,” ungkap Gubernur dengan suara menahan tangis meski sempat berkaca-kaca, Sabtu (2/2/2019).
Iapun berjanji akan membangun kawasan Dusun Sempayuk termasuk jalan dan beberapa fasilitas lain demi melancarkan para siswa untuk sekolah dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat agar tidak pernah berhenti berjuang mendapatkan pendidikan yang layak.
“Jalan nanti akan kita bangun dan saya sangat salut atas semangat pelajar yang meski menempati kawasan tak layak huni mereka masih semangat,” jelasnya.
Mantan Walikota Pontianak inipun mengharapkan kepada seluruh masyarakat dapat mencontoh perjuangan seluruh pelajar yang bersekolah di SDN 03 dan SMPN 20 Lumar meski tidak mendapatkan fasilitas yang memadai, namun mereka masih semangat bersekolah.
“Layak dijadikan contoh meski tak mendapatkan hunian yang layak mereka semangat bersekolah,” tuturnya.
Salah satu mantan penghuni asrama yang saat ini sedang menempuh pendidikan S1 di FKIP Untan, Rika mengaku bangga atas kedatangan Sutarmidji ke asrama yang pernah ia tempati selama 9tahun itu.
“Bangga, senang, terharu asrama kami bisa didatangi Pak Gubernur,” katanya.
Rika, lantas bercerita suka duka yang harus ia lewati bersama teman seperjuangannya saat duduk di bangku SD dan SMP Lumar itu.
Jika ingin makan, ia bersama teman-teman asrama pergi kehutan mencari sayur untuk dimasak bersama sehingga hal ini tak jarang menjadi perbincangan warga sekitar asrama tempat mereka tinggal.
“Kadangkan beras yang dikirim mamak sama Bapak dikampung belum dikirim jadi kami cari makanlah dihutan buat dimasak, sayur yang bisa kami makan. Kadang diomongin tetangga,” ujarnya sembari berkaca-kaca.
Dalam keadaan dibicarakan oleh tetangga, Rika menjelaskan masih ada beberapa yang perduli kepada mereka yang memiliki kehidupan yang tak sama dengan masyarakat lainnya tersebut.
“Keluarga kamikan dikampung, jadi hidup seadanya diasrama, kalau diomongin ya mau gimana lagi. Tapi masih ada juga yang kasian sama kami, kadang memberi kami makan,” terangnya.
Meski sempat merasakan kepedihan tinggal di asrama yang tak layak huni, mahasiswi semester 4 inipun yakin jika adik-adik almamaternya yang saat ini masih tinggal di gubuk tak layak huni akan berjuang hingga menempuh pendidikan setinggi-tingginya demi kehidupan yang jauh lebih baik dari sekarang.
“Tadi Gubernur bilang mau dibangunkan asrama, jadi pasti mereka akan lebih semangat sekolahnya,” jelasnya.
Rika mengakui jika ia bersama teman-teman lain termasuk adik-adik yang masih tinggal diasrama mendapatkan beasiswa untuk dapat meneruskan sekolah dan kuliahnya dari kunjungan Gubernur itu.
“Dikasi beasiswa dan bantuan tas, kalau saya dikasi 4juta rupiah untuk bayar semester. Jadi semakin semangat kuliah,” katanya bersemangat.
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor. : Kundori




