SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Gubernur Kalbar segera kunjungi 24 pelajar yang tinggal di asrama tak layak huni di Bengkayang

Gubernur Kalbar segera kunjungi 24 pelajar yang tinggal di asrama tak layak huni di Bengkayang

Pontianak(Suara Kalbar)-Demi mendapatkan pendidikan yang setara dengan pelajar yang ada dikawasan lainnya meski harus menginap dikawasan tak layak huni yang disebut dengan asrama,  ke-24 pelajar di Dusun Sempayuk Desa Belimbing Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang rela menghuni gubuk yang terbuat dari kayu seadanya demi mengenyam pendidikan di sekolah SD 04 dan SMP 04 Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang.

Hunian yang mereka sebut asrama terdiri dari delapan pondok yang semuanya terbuat dari kayu beratapkan daun sagu dengan fasilitas sangat sederhana termasuk kamar untuk mereka tidur dan dapur yang masih menggunakan kayu bakar.

Beralaskan tanah, bangunan belasan tahun itu dibeberapa sisi juga terlihat rapuh meski berada tidak jauh dari jalan Nasional yang menghubungkan antara Kecamatan Bengkayang dan Kecamatan Jagoi Babang,  diakui Kepala Dusun Sempayuk Desa Belimbing Kecamatan Lumar, Iyun hingga kini belum mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah daerah.

“Mereka berada di asrama itu semenjak mereka kelas 1SD, karena kalau dari kampung asal mereka menuju ke SD dan SMP 04 perjalanan mencapai 4jam, makanya mereka menginap di asrama agar bisa bersekolah di Kecamatan Lumar,” ungkapnya kepada wartawan.

Diakui Iyun, selain ke-24 pelajar yang menghuni pondok sangat sederhana yang memprihatinkan itu, beberapa kakek dan nenek dari pelajar tersebut juga menginap di tempat tersebut dengan alasan ingin mengasuh para cucu demi mendapatkan pendidikan yang sama dengan warga lainnya.

“Alasan mereka selain jauh dari kampung asal, mereka bisa mengasuh cucu-cucu yang menjadi pelajar di SD dan SMP 04 Kecamatan Lumar,” jelasnya.

Salah satu siswa yang menginap di asrama,  Franhina Lina mengakui jika pondok sederhana itu terpaksa ia huni karena ingin bersekolah tanpa harus melakukan perjalanan panjang selama kurang lebih 4jam dari kampung dimana mereka berasal.

Tak jarang mereka harus kembali kekampung halaman demi membawa beras serta bahan pokok lain memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Kami tinggal disini semenjak kelas 1 SD, dan sekarang sudah kelas VI. Kalau kebutuhan pokok biasa dikirim orangtua, tapi kadang juga ambil sendiri kekampung, seperti beras dan sayuran,” paparnya.

Ketua Komisi V DPRD Kalbar, Markus Amid mengaku jika kondisi memprihatinkan ke-24 pelajar tersebut harus menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder yang ada khususnya pemerintah dan pihak terkait Kabupaten Bengkayang.

“Kita akui kondisi seperti itu tidak hanya di Bengkayang namun juga terjadi dibeberapa kawasan, untuk itu harus menjadi perhatian kita bersama agar kedepannya pemerataan pembangunan bidang pendidikan harus terus dilakukan,” katanya.

Legislator Demokrat inipun berharap tindak lanjut dapat segera dilakukan oleh pihak terkait.

“Jika prosesnya lama maka kami dari Komisi V yang akan turun langsung ke Bengkayang,” tegasnya.

Markus Amid-pun berharap pihak Desa tidak hanya yang ada di Bengkayang agar lebih tanggap menghadapi permasalahan serupa agar pemerintah dapat bertindak cepat sehingga tidak menjadi viral seperti saat ini.

“Kepala Desa yang seharusnya bertindak terlebih dahulu karena yang berhadapan langsung dengan masyarakat ya Kades, karena seperti ini keadaan Bupati mana bisa tau jika tidak ada konfirmasi dari pihak terkait,” tuturnya.

Cerita ke-24 pelajar itu terdengar oleh orang nomor 1 di Kalbar melalui Kabag Publikasi di Biro Humas dan Protokol Setda Kalbar, Emi Puterina.

Ia lantas melihat kondisi gubuk melalui handphone yang telah disebarkan oleh beberapa akun di Facebook yang memperlihatkan kondisi gubuk yang sangat  memprihatinkan itu.

Terlihat, pelajar penghuni gubuk dengan fasilitas sangat sederhana telah mendiami tempat itu selama belasan tahun.

Meski sempat terdiam dan tergamam, menanggapi hal itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji menegaskan jika ia akan menindaklanjuti terkait kelayakan yang diperlukan oleh ke-24 pelajar tersebut.

“Kita akan bantu kelayakannya,” ungkap Bang Midji saat dikonfirmasi suarakalbar.co.id diruang kerjanya, Rabu (30/1/2019).

Iapun mengatakan jika ia akan segera mengunjungi pondok sederhana yang juga menjadi viral di media sosial akibat keprihatinan asrama yang dihuni pelajar SD dan SMP demi mengenyam pendidikan sederajat itu

“Saya akan kesana,” pungkasnya.

Penulis : Dina Prihatini Wardoyo

Editor . : Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan