Gubernur Kalbar:”yang menikah muda, generasi sepok”

Pontianak(Suara Kalbar)-Beberapa langkah menyukseskan program menekan angka pernikahan dini di Kalimantan Barat,
badan kependudukan dan keluarga berencana (BkkbN) menunjuk Gubernur dan Istri sebagai Ayah dan Bunda GenRe Kalbar yang dilakukan di Pendopo Gubernur pada Jumat (21/12/2018).
Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengakui jika program menekan angka menikah muda ini harus dilakukan dan didukung oleh seluruh masyarakat Kalbar.
“Karena yang menikah muda itu artinye generasi sepok,” ungkapnya kepada wartawan usai pengukuhan Gubernur Kalbar dan Istri menjadi ayah dan bunda genRe Kalbar di Pendopo Gubernur, Jumat (21/12/2018).
Ia menjelaskan bahwa Kalbar untuk menikah muda masih sangat tinggi sehingga dukungan khususnya kepada generasi muda dalam menentukan masa depannya diperlukan perhitungan yang matang.
“Bahwa dukungan ini tentu akan kita lakukan sehingga remaja genRe dapat terus memberikan hal positif bagi generasi kedepan,” tuturnya.
Di Indonesia, setidaknya terdapat 26ribu pusat informasi konseling remaja (PIK-R) yang menjadi icon program bina ketahanan remaja dan masuk dalam remaja generasi berencana melalui program
Deputi KSPK Keluarga Sejahtera Pembangunan Keluarga BkkbN RI, M Yani mengatakan bahwa Pemprov Kalimantan Barat banyak melahirkan para generasi berencana (genRe) yang berprestasi.
“Bahwa ketua forum genre Indonesia, Nordianto merupakan genre dari Kalbar dengan prestasi yang menbanggakan. Baru juga mendapatkan award dari Astra mengalahkan 6ribu,” paparnya.
Menjadi sebuah dukungan kepada seluruh genRe Kalbar ketika Gubernur Kalbar dan istri menjadi Ayah dan ibu genRe terutama terkait program tidak menikah muda, tidak menggunakan narkoba dan tidak melakukan seks bebas.
“Dengan menjadi ayah dan bunda genRe maka para remaja genRe akan jauh lebih bersemangat dalam menyebarkan virus-virus kebaikan kepada seluruh remaja di Kalbar,” tuturnya.
Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana menambahkan bahwa masyarakat luas jika tidak diberikan pemahaman keluarga yang berkualitas maka akan berpeluang melahirkan anak anak yang kurang berkualitas sangat besar.
“Bahwa 24,9 persen anak anak di Kalbar mengandung yang tidak direncanakan, sehingga menjadi tanggung jawab BkkbN dan pihak terkait mengatasi permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat,” katanya.
Kusmana kembali menuturkan dengan diberikannya gelar ayah dan bunda genRe Kalbar maka diharapkan dukungan akan kebijakan yang berkaitan dengan program remaja.
“Tentu kita berharap ayah dan bunda genRe selalu mendukung setiap kegiatan remaja termasuk kebijakan yang mengatur terkait remaja di Kalbar,” pungkasnya.
Penulis: Dina Prihatini Wardoyo
Editor : Kundori





