SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Yusriadi: Ajarkanlah Anakmu Menulis

Yusriadi: Ajarkanlah Anakmu Menulis

Bedah buku Ajarkanlah Anakmu Menulis karya Yusriadi

Pontianak (Suara Kalbar) – STAIN Pontianak Press rilis buku berjudul Ajarkanlah Anakmu Menulis! karya DR. Yusriadi dalam acara puncak sambut bulan aksara – bulan bahasa (September-Oktober) di aula Syarif Abdul Rani IAIN Pontianak pada kegiatan Literasi Perpustakaan Wujud Rumah Belajar Modern dan Islam. Kamis, (4/10).

Buku ini diterbitkan oleh STAIN Pontianak Press untuk Club Menulis IAIN Pontianak Jl. Letjend Soeprapto No. 19 Pontianak. Cetakan pertama, April 2015. 137 Halaman, 14X24cm. ISBN: 978-602-1086-20-9.

Buku ini ditulis dalam kurun waktu 6 hari, mulai Rabu 8 April 2015 dan selesai hari Selasa 14 April 2015. Mengalahkan Nur Iskandar pemecah Rekor Muri Penulisan Buku Geografi Tercepat dengan kurun waktu 34 hari.

“Buku ini ditulis hanya 6 hari dengan 137 halaman disela-sela kesibukannya, saya dapat rekor muri dengan penulisan buku biografi tercepat dalam waktu 34 hari dengan 444 halaman, sampai ndak tidur, pernah dari mlam sampai azan subuh. Kalau dihitung hitung, beliau lebih cepat, kalah rekor yang saya raih,” kata Nur Iskandar saat menjadi pembicara di acara bedah buku Ajarilah Anakmu Menulis.

Nur Iskandar mengatakan Bang Yus (nama sapaan Yusriadi) itu guru yang baik, dia mengajari sambil memberikan contoh, dia menyuruh menulis tapi dia juga menulis. “Dibuktikan dengan ada perpustakaan dirumahnya dengan ribuan judul buku,”cerita Nur Iskandar yang juga wartawan senior ini.

Sementara itu,  Yusriadi mengatakan,  menulis perlu berkelompok, karena semangat ada pasang surut dan turun naiknya. Menulis perlu bimbingan, walaupun menulis bisa secara individu, namun penulis membutuhkan pembaca. Dalam menulis guru perlu turun tangan, menulis perlu bantuan dan dukungan orang tua, menulis perlu contoh yang dipanuti, dan terakhir segera menulis, jangan menunggu nanti.

“Memetik masa depan, melalui menulis juga bisa hidup dan mencukupi kehidupan, karena menulis adalah profesi dan pekerjaan. Mendapatkan dunia akhirat, jikalau tulisan bermanfaat dan digunakan oleh si pembaca. Tidak hanya tertulis di batu nisan, menulis juga mengenlkan pada dunia bahwa kita pernah ada. Menulis untuk kehidupan dan menulis untuk mewarnai kehidupan,” ujar Yusriadi.

Penulis: Legyana Ramadhani

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan