SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Rektor IAIN Pontianak imbau mahasiswa belajar jadi wirausaha

Rektor IAIN Pontianak imbau mahasiswa belajar jadi wirausaha

Pontianak (Suara Kalbar) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, menggelar acara Borneo Islamic Halal Showcase (BIHAS), di lantai dasar Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam. Kegiatan ini di resmikan langsung oleh rektor IAIN dengan cara memotong pita serta menerbangkan balon secara bersamaan.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dihadiri  oleh 3 negara sekaligus diantaranya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Dr. Syarif selaku rektor IAIN sekaligus tuan rumah kegiatan menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk dapat menghadiri dan ikut berpartisipasi dalam peresmian acara besar ini.

“Selain itu mahasiswa bidikmisi IAIN juga agar dapat mengambil manfaat dari kegiatan tersebut, agar kedepannya dapat menjadi wirausahawan,”ujarnya.

Sebanyak 27 stand makanan yang dapat kita jumpai pada acara ini. baik produk lokal maupun produk dari luar. Beberapa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga ikut meramaikan kegiatan tersebut seperti Yanong’s food industries. Usaha ini menjual beberapa produk dari Malaysia seperti bakso segera, pentol, kecap pedas serta kue bangket khas orang saba.

“Kita jual murah saja, Rp 30.000 untuk harga pentol dengan berat 500 gram. Karena tadi malam saya liat-liat di mall harga pentol untuk berat 250 gram dijual berkisar Rp 17.500. jadi kalau di hitung termasuk murah lah. Tapi kendalanya kami dsini untuk produk seperti pentol adalah tak ada freezer karna takut tak tahan. Makanya kami juga jual produk bakso segera, lebih tahan lama. Kalau orang Pontianak bilang pop mie cuma bedanya produk kami ada pentolnya,” tutur Yanong salah satu peserta dari Malaysia.

Yanong menambahkan, meskipun ini pertama kalinya diadakan dan masih banyak hal yang kurang.

Selain peserta dari Malasia, banyak juga stand- stand makan khas dari Brunnei Darusallam.

Fauzan Muizzadin contohnya peserta dari Brunnei berharap, kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi. “Karena cukup membantu kami pengusahe kecik dalam mengenalkan hasil buatan kite ke masyarakat luar”, ucapnya.

Penulis: Ade Siti Fatimah

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan