Pasien BPJS Dilayani baik RS Kartika Husada
![]() |
| Umar, pasien BPJS |
Pontianak (Suara Kalbar) – Nabi’ah telihat gelisah dan menangis melihat kaki suaminya Umar yang tak berhenti mengeluarkan darah akibat terkena baling-baling mesin pemotong rumput siang tadi. Sementara Dokter terus memeriksa keadaan pasien bernama Umar. Sudah beberapa menit suaminya di rawat disini, ia melihat pelayanannya sigap.
“Baru masuk langsung dapet ruangan langsung ditangani juga, admistrasi nyusul di urus keluarga dan kerabat,” ujar Nabi’ah, Selasa (18/09/18).
Umar mengatakan, kakinya sudah lebih baik setelah di tangani dan diperban. “Selanjutnya tinggal nunggu hasil Ronsen dari Dokter, di operasi atau di jahit,” ujarnya.
Umar tercatat sebagai pasien dengan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) BPJS dari pemerintah. Tinggal di Kabupaten Kuburaya, dan bekerja sebagi petani. Pak umar bersyukur tidak ada batasan penggunaan kartu BPJS sejauh ini. “Nggak tau misal nanti dioperasi, ada penambahan biaya pribadi atau masih gratis,”katanya.
Arpuah keluarga pasien juga mengungkapkan, pelayanan pihak rumah sakit terbilang baik, penunggu difasilitasi ruang tunggu yang nyaman dan bersih.
“Awalnya khawatir kalau pasien dengan BPJS dari pemerintah mendapat pelayanan akhir dan masih di mintai biaya. Ternyata tidak semoga seterusnya gak ada bayaran, misal nanti hasil rontgsen luka terlalu dalam hingga mengenai tulang dan mengharuskan operasi, semoga tetap tidak di mintai biaya,” tuturnya.
“Karena dapat uang dalam waktu singkat dengan jumlah banyak dari mana,” tambahnya dengan matanya berair hanya sekali mengedipkan mata air itu terjatuh.
Namun Nabia’ah menahannya. Ia membuka dompet lusuhnya berwarna biru lalu mengeluarkan beberapa lembar Uang kertas yang berjumlah 57.000. “Masih kurang banyak ya buat biaya operasi bapak?.” Tanyanya sambil menunjukkan uang yang dipegangnya.
Keluarga berharap pasien dengan BPJS seperti Uamar bisa dirawat sampai sembuh jika memungkinkan. “Sebab kalau di rumah bingung harus kami apakan,”ucapnya.
Penulis: Jamilah Nur Maulidia
Editor: Kundori






