Jangan lewatkan bincang politik: Karolin, Ifan Govinda dan Dadi Sunarya

Pontianak (Suara Kalbar) -Politik ala Milenial, merupakan acara yang akan digelar pada 29 September 2018 bertemakan “Youth Impact”.
Acara yang akan dihadiri Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya dan Vocalis Govinda, Ifan itu merupakan bincang politik dengan gagasan dari sekumpulan anak muda yang terjun didunia politik dari berbagai partai seperti Hanura, Nasdem, PKB dan PSI.
“Karena dunia sekarang inikan masuk ke jaman milenial, acara politik ala milenial ini merupakan cara kami anak muda berpolitik dan dipastikan akan dihadiri oleh mereka yang berusia 40 tahun kebawah dan akan mengakomodir anak muda agar lebih memahami dan mengenal politik,” ungkap Sekretaris Panitia, Rhedaq Alqadrie kepada suarakalbar.co.id.
Menurutnya mengapa mereka menghadirkan Karol, Wakil Bupati dan Ifan Govinda karena ketiganya dianggap perwakilan dari kaum muda yang terjun ke dunia politik sehingga dapat memberikan ilmu kepada seluruh anak muda di Kalbar,” paparnya.
Bahwa politik tidak dimiliki oleh kalangan tua saja, acara politik ala milenial bertemakan “Young Impact” ini akan menjadi sosialisasi dua arah yang dilakukan pemuda dari latar belakang pemuda dan politik dengan artian menjabarkan dari pengalaman yang didapat masing masing pembicara.
“Diskusi ini cikal bakal pemuda menunjukkan kepeduliannya dalam hal berpolitik,” tuturnya.
Diadakannya acara ini, diakui Rhedaq karena melihat kedepan akan adanya bonus demografi dengan populasi terbesar datang dari jumlah kaum milenial yang notabene adalah kaum muda yang akan menjadi masa depan perpolitikan di Indonesia.
“Maka jika sadar akan politik maka akan menjauhi dari golput, dan saya berharap kegiatan ini dapat menjadi landasan kaum milenial dengan menangkal hoax dan menjadikan politik riang gembira,” harapnya.
Bebi Tambul, politisi muda dari Nasdem mengakui bahwa acara ini dapat menarik hati kalangan anak muda dan dapat menjalin silaturahmi serta berharap dapat merangkul semua politisi muda untuk berpolitik,” urainya.
Khususnya dikalangan anak muda dan khususnya perempuan, maka ia ingin menyampaikan bahwa wanita berhak untuk berpolitik.
“Melalui acara ini khususnya bagi perempuan tidak hanya mencukupi kuota 30 persen tetapi maksimal berperan untuk menjadi pengisi parlemen dan bersuara lantang membela kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ketua DPD Srikandi Hanura Kalbar, Virha Agrishty berharap adanya kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk milenial saling berbagi ilmu mengenai politik yang sudah pasti sama-sama pemula.
“Dan sebagai milenial kita dapat saling memotivasi agar kedepannya di dalam mengambil kebijakan milenial seperti kita akan mendapatkan tempat dan porsi di legislatif,” pungkasnya.
Penulis: Dina
Editor: Kundori




