SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Empat Indikator Rawan Konflik pada Pilkada

Empat Indikator Rawan Konflik pada Pilkada

Landak (Suara Kalbar) – Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menegaskan, ada empat Indikator rawan konflik saat pelaksanaan Pilkada di Kalbar yang mesti diantisipasi bersama dan menciptakan situasi kondusif.

Pertama, Kalbar memiliki sejarah panjang tentang konflik, permasalahan ada data pemilih ganda, adanaya pemilih potensial non KTP Elektoknik yang belum masuk dalam DPS, dan media sosial yang tidak bertanggungjawab.

Menurutnya, untuk menjaga situasi agar tetap kondusif adalah tanggungjawab kita bersama. Harus saling membantu dan mendukung, agar Pilgub dapat berjalan aman, damai dan demokratis.

“Agar mewujudkan itu, sehingga kita undang semua pihak untuk menyatukan persepsi dan menyatukan harapan untuk Pilkada damai khususnya di Landak. Melalui Forum Landak bersatu yang akam kita bentuk,” ujar Kapolres saat Rapat Lintas Sektoral pada Senin (9/4/2018).

Tahapan kampanye sudah berjalan dan Polres Landak melibatkan 217 personil yang dibantu juga dari TNI. “Kita harap kita semua berpikir untuk menciptakan damai di Landak. Maka disisa waktu yang tersisa ini, kita bersama-sama mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, pada Menjelang Pilkada Kalbar 2018, Rakor Lintas Sektora yang digelar  di Gedung Pertemuan Citra Swalayan Room Butterfly Ngabang tersebut dalam dalam rangka menciptakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018 yang aman, damai, dan demokratis di Wilayah Kabupaten Landak.

Hadir Pj. Sekda Landak, Kapolres Landak, Dandim Mempawah, Danyon Armed, Kepala Kejaksaan Negeri, Perwakilan Pemda, Kepala PN Ngabang, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Landak, KPU, Panwas.

Pimpinan Partai Politik, tim kampanye kemenangan Pasangan Calon (Paslon), Camat, Kapolsek, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh ormas, RAPI Wilayah Landak,  ORARI Lokal Landak dan undangan lainnya.

Penulis: Tim Liputan

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan