SUARAKALBAR.CO.ID
Beranda News Dandim Mempawah Ajak Petani Buka Lahan Gambut Tanpa Dibakar

Dandim Mempawah Ajak Petani Buka Lahan Gambut Tanpa Dibakar

Mempawah (Suara Kalbar) – Hari ini,  Sabtu (27/1) ada suasana yang berbeda di desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah, tepatnya di dekat gerbang masuk lahan PT. MSL. Anggota masyarakat yang tergabung dalam Poktan binaan didampingi anggota Kodim 1201/ Mempawah tampak sibuk di lahan tersebut.

Dandim 1201/Mempawah, Letkol Arm Anom Wirasunu, yang langsung turun pada kegiatan itu memberikan penjelasan bahwa ini merupakan salah satu upaya dari Kodim 1201/Mempawah untuk berperan aktif dalam program pemerintah terutama Ketahanan Pangan.

“Hari ini kami melaksanakan penyiapan lahan untuk ditanami jagung. Salah satu poin penting dari metode yang kami laksanakan ini adalah penyiapan lahan tanpa bakar. Seperti kita pahami bersama bahwa selama ini umumnya masyarakat masih menggunakan metode bakar lahan untuk memulai musim bertanam, “ungkap Dandim.

Lebih jauh Dandim menjelaskan bahwa anggotanya saat ini sedang belajar metode tanam ini kepada ahlinya sehingga dapat kemudian ditularkan saat pendampingan kepada para petani pada program tanam selanjutnya. Pilot Project ini sejatinya memang masih tahap uji coba hasil dari kesepahaman ide dari banyak pihak mulai dari Gapoktan, Kodim Mempawah, PT. MSL, HA IPB Kalbar dan tentunya pengembang metode ini, M. Sinambela.

“Saya juga baru ngerti setelah dijelaskan Pak Sinambela, merujuk pada penjelasan yang gamblang dan mudah dimengerti tentang perlakuan lahan gambut yang tepat oleh bapak M. Sinambela,”jelasnya.

Sementara itu,  M. Sinambela seorang Praktisi Pertanian dari Poltek Ekuator, yang sedang penelitian S-2  tentang lahan gambut menjelaskan, perlakuan lahan yang dimaksud adalah tentang menghindari metode pembakaran lahan secara tradisional yang memang akan memberikan efek mengurangi tingkat keasaman tanah gambut. Hal ini hanya bersifat sementara dan justru menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar terhadap lahan gambut itu sendiri.

“Jangan dibakar, olah saja secara kasar. Tanah gambut ini juga kalau diolah terlalu halus justru kurang bagus, karena dia akan kehilangan kemampuan daya serapnya  dan akhirnya malah rusak. Maka baiknya diolah kasar saja, singkirkan bongkahan-bongkahan kayu besarnya, ratakan lahannya, kontrol ketinggian airnya dan gunakan pupuk organik, maka lahan ini akan produktif,”  jelas Sinambela.

Penjelasan Sinambela ini bukan hisapan jempol belaka, tapi adalah hasil penelitian yang dia lakukan selama bertahun-tahun di wilayah gambut Kalimantan.

“Nantikan 4 bulan kedepan apakah proyek ini berhasil dan sesuai dengan perhitungan para pengusungnya karena bisa menjadi solusi untuk pengolahan lahan gambut terutama tanpa bakar. Ternyata Bisa Tanpa Bakar, “ujarnya.

Penulis: Rilis

Editor: Kundori

Komentar
Bagikan:

Iklan